Sabtu, 19 Oktober 2019

Kehilangan HP XiaoMi Redmi 6A

Akibat keteledoran saya yang kurang berhati-hati saat menaruh hape kala bepergian akhirnya saya harus merelakan gadget kesayangan saya,XiaoMi Redmi 6A hilang :( Kemungkinan terjatuh di area antara Rambeanak sampai Banar, Sawitan. Super panik dan sedih karena file-file penting, kontak dan lain sebagainya ada di dalamnya.

Sungguh kecewa berat saat tahu hape tersebut masih aktif, ada orang yang menemukan, nyambung saat ditelepon namun malah direject. Sepertinya memang ga ingin mengembalikan :( Padahal semua datanya jelas, pulsa dan paketan pun ada. Kami berkali-kali kirim pesan WA, SMS, dan telepon namun tak digubris. 

Hasil penelusuran dari Google Find My Device, HP Redmi saya ini masih dibawa orang di area sekitaran Rambeanak. Sayangnya tidak isa menunjukkan lokasi yang detail karena hpnya (sepertinya) sengaja ga diaktifkan oleh si penemu hape. Saat saya deringkan dengan settingan android pun juga disilent :(

Karena kedua nomor sim card yang terpasang di hape tersebut amatlah penting bagi saya, dan setelah ditunggu si penemu hape juga tak kunjung mengontak kami, alhasil saya dan mas Adib memutuskan untuk mengajukan penggantian kartu ke Gerai Indosat Ooredoo (Jl. Ahmad Yani No.2, Panjang, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 56117) dan ke GraPARI Telkomsel Magelang (Jl. Jend. Sudirman No.375, Tidar Sel., Kec. Magelang Sel., Kota Magelang, Jawa Tengah 56125).

Urutannya, kami ke kantor Balai Desa Rambeanak untuk bertanya apakah memerlukan surat pengantar dari desa? Ternyata tidak diperlukan, karena surat pengantar biasanya dipakai untuk keperluan mengurus berkas hilang seperti KTP, KK dan lain sebagainya. Untuk kasus kehilangan HP seperti saya, langsung ke Polsek Mungkid. 

Kami pun segera meluncur ke Polsek Mungkid dan mengurus surat kehilangan. Surat ini saya pakai untuk kelengkapan mengurus penggantian sim card. Tujuan selanjutnya adalah ke Gerai Indosat Ooredoo yang berada di dekat alun-alun kota Magelang. Semua proses saya ikuti, dan kemudian membayar biaya penggantian kartu sebesar Rp. 25.000. Saya cukup takjub karena ternyata pulsanya masih utuh. Begitu urusan selesai, kami meluncur ke Grapari Telkomsel, namun ternyata ada sebuah kendala. Nun saat kartu itu pertama kami gunakan, ternyata data yang kami pakai untuk registrasi kartu adalah NIK bapak mertua saya. Saya dan mas Adib benar-benar lupa. Akhirnya kami pun diminta membuat surat kuasa dari Bapak Mertua dan kembali lagi ke GraPARI esok harinya.

Saya pun segera membuat surat kuasa dengan bantuan Googling contoh surat. Setelah beres dan ditandatangani bapak mertua, kami pun kembali lagi ke GraPARI hari Jum'atnya. Teknisnya pun kurang lebih sama, biayanya pun sama-sama 25 ribu. Namun ada satu hal menarik yakni saat kami minta tolong kepada staff CS untuk mencoba melacak kapan terakhir kali kartu saya on, ternyata adalah pada hari Kamis malam jam 21.00, jadi kesimpulan kami, kemungkinan kartu tersebut dikeluarkan dari HP XiaoMi nya dan dipakai di hape penemunya sendiri tuk internetan. Duh dek :(

Namun saya kembali takjub karena pulsanya masih utuh, hanya berkurang kuotanya saja. Sepertinya orang tersebut belum sempat lama mengotak-atik saldo-saldo saya. Alhamdulillah setelah kartu saya di tangan saya segera mengecek saldo Gojek, BRI Mobile dll.Alhamdulillah semua masih aman.

Yah ... ternyata masih ada hikmah dan sisi positif yang bisa kami syukuri setelah insiden ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar